Malam yang tak bisa ku lupakan
.........................
Tiba-tiba,terdengarlah suara yang berasal dari pepohonan yang tersambar kilat tadi,aku jadi lebih takut. Melihat waktu yang sudah larut malam,tanpa fikir panjang aku langsung meninggalkan mobilku yang rusak untuk mencari bantuan kerumah. Aku melihat banyak rumah,namun kelihatannya telah tutup, akupun berjalan lagi untuk mencari apakah masih ada rumah yang buka untuk kumintai bantuan, namun hal itu seakan sia-sia. Sekian lama berjalan aku pun merasa lelah dan kedinginan, aku pun berfikiran untuk mencari tempat berteduh menanti hujan terang beserta istirahat. Tanpa kusadari,terlihat sebuah sinar yang terang yang kelihatannya berasal dari sebuah bangunan, tanpa berfikiran panjang aku langsung menuju ke tempat itu, setelah ku amati ternyata bangunan tersebut adalah sebuah rumah kosong yang kelihatannya telah lama di tinggalkan oleh orang.
Aku pun beristirahat sambil membaringkan tubuh lelahku untuk mencari bantuan tadi, setelah hujan reda dan tubuhku terasa nyaman, aku pun ingin melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ku mendengar suara yang berasal dari rumah itu tanpa merasa takut, ku beranikan diri untuk melihat apakah benar suara tadi berasal dari rumah tersebut.
Kemudian ku mencoba membuka pintu rumah itu, ternyata tidak terkunci, ku memberanikan diri untuk masuk, ku tercengang dan ternyata di dalam rumah tersebut banyak foto-foto dan lukisan yang membuatku lebih tertarik untuk melihatnya lebih dekat. Setelah melihat-lihat aku merasa curiga dan penasaran dengan salah satu foto yang dimana salah satu anggota dari keluarga tersebut telihat berbeda dari yang lain, ia memakai jas warna hitam, topi terbalik, jam tangan yang hampir putus dan wajah yang terlihat seperti menatap kearah samping dan begitu pucat. Di dalam hati,aku bertanya-tanya,"Ada apa dengan orang ini?'. "Kenapa dia terlihat beda dengan yang lain?'. "Apa yang terjadi?'.
Sambil berjalan meninggalkan foto,akhirnya ku beranikan diri untuk melihat lebih dalam mencari bukti yang mungkin dapat membuka keanehan antara foto tadi dengan rumah yang begitu besar ini tanpa penghuni. Ku beranikan diri tuk melihat seluruh isi ruangan, setelah puas dengan isi rumah, ada satu yang belum ku lihat, yaitu sebuah ruangan di belakang bangunan ini, letaknya sebelum kebun di belakang rumah, setelah ku lihat, ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar yang hanya tertutup oleh debu.
Tanpa ragu, ku coba tuk masuk kamar itu dan berharap "semoga kamar ini dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, setelah aku masuk. “Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini? Mengapa ada mayat laki-laki di sini?’Aku dikagetkan oleh sesosok mayat laki-laki yang sedang duduk dengan memegang sebuah kotak di tangan kirinya dan sepucuk surat yang ada di bawah kakinya, ku langsung melihat apa isi dari surat itu,dan ternyata isinya adalah,
"Di dalam kotak ini,ada sebuah perhiasan bagiku yang sangat indah, yang diberikan oleh keluargaku saat aku masih remaja, itu adalah sebuah "miniatur gitar kaca" yang mana di badan gitar tersebut terdapat sebuah kalimat dan sekaligus sebuah kunci dari harta karun yang sedang di cari oleh para penjahat, kalimat itu hanya dapat terlihat apabila terpancarkan sebuah sinar pada dua cermin saat malam tiba. Kalimat itu adalah sebuah kata yang pernah di bisikkan oleh ayahku saat ku remaja, kalimat itu adalah "BISIKKAN NAHKODA KAPAL’, kata itu diberikan sebelum ayahku meninggal, dia berpesan, "Anakku,hanya kau dan aku yang tahu hal ini, saat kau masih kecil, aku dan ibumu menuliskan kalimat dalam sebuah tempat dan benda yang harus kau jaga, itu mungkin adalah harta karun bagi keluarga kita yang sangat berharga, namun hal itu sangat diinginkan oleh setiap penjahat karena ukirannya, kau dapat menemukannya, di belakang rumah, tapi jangan sampai diketahui oleh orang lain.
Tapi, pamanku tahu akan hal itu, "bahwa dalam gitar kaca terdapat sebuah kalimat dan kunci dari harta karun yang sangat langka. Suatu hari,saat aku berada di dalam kamar dan melihat-lihat gitar kaca tersebut, tiba-tiba datanglah pamanku dengan membawa secangkir minuman yang ternyata telah diberi racun, ku merasa haus, beberapa menit kemudian, tiba-tiba ku merasakan pusing, sesak seakan jantungku berdenyut lambat ,ternyata tanpa kusadari, pamanku berusaha merebut kotak gitar kaca yang kubawa, masih dalam keadaan setengah sadar ku mencoba sekuat tenaga ku pegang kotak itu agar tak jatuh pada orang lain, namun karena akibat racun tadi, aku pun tak berdaya dan diambil lah gitar kaca itu, dan sebelum mati, aku menuliskan surat ini, tertulis "Agung’.
Setelah itu ku sadar bahwa di depanku saat ini telah terjadi sebuah pembunuhan, tanpa berfikir panjang ku lansung menghubungi polisi dan menceritakan semuanya, setelah diselidiki, ternyata ketemulah gitar kaca tersebut dibawah tangga menuju ruang atas, namun gitar itu usang dan telah tertutup debu, kami mencoba membersihkannya, dan ternyata benar, setelah dibuktikan gitar itu menampakkan sebuah kalimat yang hanya bisa dilihat bila terpancarkan sinar pada dua cermin saat malam tiba, dan ternyata benar harta karun itu masih utuh dan terdapat di belakang rumah, setelah dilihat ternyata, harta karun itu adalah sebuah "KALUNG dan CINCIN’ yang bertuliskan "SUYADI DININGRAT’ nama dari keluarga Agung.
Setelah itu barang itu diamankan oleh polisi untuk dijadikan barang bukti. Setelah itu aku diantar ke mobil dan membawa mobilku ke bengkel. Sejak saat itu,mungkin itu adalah pengalaman pertamaku dalam mengngkap sebuah misteri pembunuhan karena harta karun,dan sejak saat itula menjadi "MALAM YANG TAK BISA KU LUPAKAN’.Sekian
.........................
Tiba-tiba,terdengarlah suara yang berasal dari pepohonan yang tersambar kilat tadi,aku jadi lebih takut. Melihat waktu yang sudah larut malam,tanpa fikir panjang aku langsung meninggalkan mobilku yang rusak untuk mencari bantuan kerumah. Aku melihat banyak rumah,namun kelihatannya telah tutup, akupun berjalan lagi untuk mencari apakah masih ada rumah yang buka untuk kumintai bantuan, namun hal itu seakan sia-sia. Sekian lama berjalan aku pun merasa lelah dan kedinginan, aku pun berfikiran untuk mencari tempat berteduh menanti hujan terang beserta istirahat. Tanpa kusadari,terlihat sebuah sinar yang terang yang kelihatannya berasal dari sebuah bangunan, tanpa berfikiran panjang aku langsung menuju ke tempat itu, setelah ku amati ternyata bangunan tersebut adalah sebuah rumah kosong yang kelihatannya telah lama di tinggalkan oleh orang.
Aku pun beristirahat sambil membaringkan tubuh lelahku untuk mencari bantuan tadi, setelah hujan reda dan tubuhku terasa nyaman, aku pun ingin melanjutkan perjalanan, tiba-tiba ku mendengar suara yang berasal dari rumah itu tanpa merasa takut, ku beranikan diri untuk melihat apakah benar suara tadi berasal dari rumah tersebut.
Kemudian ku mencoba membuka pintu rumah itu, ternyata tidak terkunci, ku memberanikan diri untuk masuk, ku tercengang dan ternyata di dalam rumah tersebut banyak foto-foto dan lukisan yang membuatku lebih tertarik untuk melihatnya lebih dekat. Setelah melihat-lihat aku merasa curiga dan penasaran dengan salah satu foto yang dimana salah satu anggota dari keluarga tersebut telihat berbeda dari yang lain, ia memakai jas warna hitam, topi terbalik, jam tangan yang hampir putus dan wajah yang terlihat seperti menatap kearah samping dan begitu pucat. Di dalam hati,aku bertanya-tanya,"Ada apa dengan orang ini?'. "Kenapa dia terlihat beda dengan yang lain?'. "Apa yang terjadi?'.
Sambil berjalan meninggalkan foto,akhirnya ku beranikan diri untuk melihat lebih dalam mencari bukti yang mungkin dapat membuka keanehan antara foto tadi dengan rumah yang begitu besar ini tanpa penghuni. Ku beranikan diri tuk melihat seluruh isi ruangan, setelah puas dengan isi rumah, ada satu yang belum ku lihat, yaitu sebuah ruangan di belakang bangunan ini, letaknya sebelum kebun di belakang rumah, setelah ku lihat, ternyata ruangan itu adalah sebuah kamar yang hanya tertutup oleh debu.
Tanpa ragu, ku coba tuk masuk kamar itu dan berharap "semoga kamar ini dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, setelah aku masuk. “Apa yang sebenarnya terjadi? Ada apa ini? Mengapa ada mayat laki-laki di sini?’Aku dikagetkan oleh sesosok mayat laki-laki yang sedang duduk dengan memegang sebuah kotak di tangan kirinya dan sepucuk surat yang ada di bawah kakinya, ku langsung melihat apa isi dari surat itu,dan ternyata isinya adalah,
"Di dalam kotak ini,ada sebuah perhiasan bagiku yang sangat indah, yang diberikan oleh keluargaku saat aku masih remaja, itu adalah sebuah "miniatur gitar kaca" yang mana di badan gitar tersebut terdapat sebuah kalimat dan sekaligus sebuah kunci dari harta karun yang sedang di cari oleh para penjahat, kalimat itu hanya dapat terlihat apabila terpancarkan sebuah sinar pada dua cermin saat malam tiba. Kalimat itu adalah sebuah kata yang pernah di bisikkan oleh ayahku saat ku remaja, kalimat itu adalah "BISIKKAN NAHKODA KAPAL’, kata itu diberikan sebelum ayahku meninggal, dia berpesan, "Anakku,hanya kau dan aku yang tahu hal ini, saat kau masih kecil, aku dan ibumu menuliskan kalimat dalam sebuah tempat dan benda yang harus kau jaga, itu mungkin adalah harta karun bagi keluarga kita yang sangat berharga, namun hal itu sangat diinginkan oleh setiap penjahat karena ukirannya, kau dapat menemukannya, di belakang rumah, tapi jangan sampai diketahui oleh orang lain.
Tapi, pamanku tahu akan hal itu, "bahwa dalam gitar kaca terdapat sebuah kalimat dan kunci dari harta karun yang sangat langka. Suatu hari,saat aku berada di dalam kamar dan melihat-lihat gitar kaca tersebut, tiba-tiba datanglah pamanku dengan membawa secangkir minuman yang ternyata telah diberi racun, ku merasa haus, beberapa menit kemudian, tiba-tiba ku merasakan pusing, sesak seakan jantungku berdenyut lambat ,ternyata tanpa kusadari, pamanku berusaha merebut kotak gitar kaca yang kubawa, masih dalam keadaan setengah sadar ku mencoba sekuat tenaga ku pegang kotak itu agar tak jatuh pada orang lain, namun karena akibat racun tadi, aku pun tak berdaya dan diambil lah gitar kaca itu, dan sebelum mati, aku menuliskan surat ini, tertulis "Agung’.
Setelah itu ku sadar bahwa di depanku saat ini telah terjadi sebuah pembunuhan, tanpa berfikir panjang ku lansung menghubungi polisi dan menceritakan semuanya, setelah diselidiki, ternyata ketemulah gitar kaca tersebut dibawah tangga menuju ruang atas, namun gitar itu usang dan telah tertutup debu, kami mencoba membersihkannya, dan ternyata benar, setelah dibuktikan gitar itu menampakkan sebuah kalimat yang hanya bisa dilihat bila terpancarkan sinar pada dua cermin saat malam tiba, dan ternyata benar harta karun itu masih utuh dan terdapat di belakang rumah, setelah dilihat ternyata, harta karun itu adalah sebuah "KALUNG dan CINCIN’ yang bertuliskan "SUYADI DININGRAT’ nama dari keluarga Agung.
Setelah itu barang itu diamankan oleh polisi untuk dijadikan barang bukti. Setelah itu aku diantar ke mobil dan membawa mobilku ke bengkel. Sejak saat itu,mungkin itu adalah pengalaman pertamaku dalam mengngkap sebuah misteri pembunuhan karena harta karun,dan sejak saat itula menjadi "MALAM YANG TAK BISA KU LUPAKAN’.Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar